Dari kejadian ini, Bli Tyan mendapat puisi dari seorang teman di situs jejaring sosial facebook yang menurut Bli Tyan puisi ini begitu menyentuh. Berikut ini puisinya:
Ayah
terimakasih telah mengajakku ke Monas
aku belum pernah lihat Monas
senang sekali hatiku diajak ayah melihat Monas
Pagi itu aku digendong ibu
kita jalan bersama ayah, nenek dan bibi
pagi yang indah
cuaca pun cerah
kita berjalan bersama menuju Monas
Kita semua bahagia
jarang sekali kita bisa jalan-jalan seperti ini
ayah sibuk mencari nafkah
aku sudah lama rindu ayah
Ayah
tiba-tiba kita lihat mobil hitam itu
melayang dari depan
menggelinding menimpa kakak-kakak itu
lalu menimpa kita semua
aku pun terpental
terlepas dari pelukan ibu
terimakasih telah mengajakku ke Monas
aku belum pernah lihat Monas
senang sekali hatiku diajak ayah melihat Monas
Pagi itu aku digendong ibu
kita jalan bersama ayah, nenek dan bibi
pagi yang indah
cuaca pun cerah
kita berjalan bersama menuju Monas
Kita semua bahagia
jarang sekali kita bisa jalan-jalan seperti ini
ayah sibuk mencari nafkah
aku sudah lama rindu ayah
Ayah
tiba-tiba kita lihat mobil hitam itu
melayang dari depan
menggelinding menimpa kakak-kakak itu
lalu menimpa kita semua
aku pun terpental
terlepas dari pelukan ibu
Ayah
maafkan aku mendahuluimu
aku masih sangat ingin bersamamu
ingin bermain denganmu
ingin berlama-lama dalam pelukanmu
tapi Allah lebih menyayangiku
Allah menginginkanku pulang...
Ayah
terimakasih sudah berusaha keras menyelamatkanku
terimakasih sudah mencoba memberiku minum
terimakasih sudah memelukku dan menciumku
aku sayang ayah sampai kapanpun
maafkan aku mendahuluimu
aku masih sangat ingin bersamamu
ingin bermain denganmu
ingin berlama-lama dalam pelukanmu
tapi Allah lebih menyayangiku
Allah menginginkanku pulang...
Ayah
terimakasih sudah berusaha keras menyelamatkanku
terimakasih sudah mencoba memberiku minum
terimakasih sudah memelukku dan menciumku
aku sayang ayah sampai kapanpun
Ayah
kita akan berjumpa kembali di alam yang jauh lebih baik daripada alam dunia..
kita akan berjumpa kembali di alam yang jauh lebih baik daripada alam dunia..
Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi dengan kita, dengan orang terdekat kita dan dengan teman-teman kita nantinya. Maka dari itu, sepenggal puisi di atas tentang tragedi kecelakaan maut tugu tani hendaknya dapat diambil hikmahnya oleh kita semua.
Please subscribe, leave a comment, follow this blog and share this article with your friends and colleagues.
by: http://blityan.blogspot.com
3 comments:
its so sad..
Bagus banget puisinya..
Semoga pak teguh beserta istri (ayah dan ibu anak tersebut) diberi ketabahan..
Juga para keluarga korban yg lain..
Dan korban2 semoga diterima disisi Allah SWT.
Aammiiinn....
amin,,
Kita berdoa bersama agar arwah saudara kita tenang disana, diberi tempat yang indah dan untuk keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan hati.
Puisinya Indah... semoga di dengar....
Post a Comment